ADVOKASI PEDAGANG KECIL
STASIUN JUANDA-GONDANGDIA-CIKINI
Selama 3 (tiga) bulan terakhir, Front
Pengawal Program Pro Rakyat (FP3R) melakukan advokasi dan pendampingan terkait
rencana revitalisasi dan pengosongan stasiun dari para pedagang kecil yang akan
dilaksanakan PT KAI (Kereta Api Indonesia). FP3R menilai bahwa kebijakan
revitalisasi dengan mengosongkan area stasiun dari segala aktifitas pedagang
kecil dapat dimaknai sebagai penggusuran pedagang kecil oleh kepentingan para
pemilik modal, yakni para pedagang besar dan modal asing, tegas Ketua Umum
FP3R, Kardinal Benteng Raya.
Ironisnya,
untuk memaksakan kebijakan revitalisasi tersebut, Dalam hal ini Senior manager
Security PT KAI, Ahmad Sujadi menggunakan cara-cara premanisme dan kekerasan
psikologis yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai HAM dan prinsip
demokrasi. Pasalnya, terkait dikeluarkannya kebijakan tersebut, PT KAI tidak
ada sosialisasi dan kesempatan sama sekali untuk berdialog. Berbagai pendekatan
sudah dilakukan, termasuk mengirim surat ke PT KAI, namun tidak ada tanggapan
sampai saat ini. Pihak Eksekutive Vice President Daop I yang menerima surat
dari aliansi yaitu Bapak Purnomo Radiq selaku senior manajer aset tidak bisa
berbuat apa-apa. Berdasarkan pengakuan Pak Darmoyo kepada para pedagang stasiun
juanda, bahwa revitalisasi sepenuhnya merupakan kebijakan Direksi PT KA.
Setelah
mengalami jalan buntu, para pedagang kecil tersebut mengadu kepada anggota
Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta, Taufiqurrahman. Pengaduan pedagang kecil
Stasiun Juanda tersebut, langsung direspon serius oleh Taufiqurrahman dengan
langsung terjun dan meninjau ke lokasi. Taufiq (begitu politisi muda dan kritis
tersebut biasa dipanggil) memberikan dukungan kepada para pedagang, baik secara
politik dan hukum. Langkah selanjutnya, untuk memperjuangkan nasib para
pedagang kecil Stasiun Juanda tersebut, Danil (begitu panggilan akrabnya)
mewakili FP3R bersama Ketua Paguyuban Pedagang Stasiun Juanda, Anni Faisal yang
sehari-hari sebagai pedagang konter HP, Saparudin, Ketua Paguyuban Pedagang
Stasiun Gondangdia, dan Djarkasih Damanik,
Ketua Paguyuban Pedagang Stasiun Cikini menginisiasi dibentuknya
presidium paguyuban pedagang gabungan dari tiga stasiun, yaitu Juanda,
Gondangdia dan Cikini dengan nama Aliansi Serikat Pedagang Stasiun Layang yang
berbentuk presidium.
Aliansi
Serikat Pedagang Stasiun layang akan terus berjuang dan meminta Taufiqurrahman
selaku anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta menjembatani dan melakukan
mediasi ke pihak PT KAI agar para pedagang tidak digusur dari area Stasiun
Juanda. Mediasi sudah dilakukan oleh Taufiq dan Monica selaku anggota DPRD DKI
Jakarta, namun pihak PT KAI tetap bergeming, dengan tetap melakukan pengosongan
dan pemagaran . (MAS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar